Pandangan Islam terhadap Sistem Kepemimpinan Pemerintahan

Perang berita calon gubernur DKI Jakarta semakin panas. Kedua kubu sedang disudutkan oleh berbagai ‘donor’ , ‘simpatisan’ atau mungkin ‘timses’ sendiri.

Sesaat dicitrakan baik, kemudian dijatuhkan. Dan begitu seterusnya silih berganti. Entah mana yang fitnah, mana yang benar, Wallahu A’lam Bishawab. 

Pilihan yang ada mungkin memang ga enak, tapi sikap harus tetap diambil. Apa pilihan Anda?

Terkhusus untuk teman dan saudara se-muslim, mudah-mudahan rekap twit dari @felixsiauw berikut bisa membuka pandangan dan memantapkan hati.  http://chirpstory.com/li/20736

Yang ga muslim juga silahkan baca, bila ingin tahu bagaimana pandangan Islam terhadap Sistem Kepemimpinan pemerintahan

kewajiban Islam memilih pemimpin dan dipimpin oleh Muslim, itu ditindaklanjuti dengan terapkan Al-Qur’an dan As-Sunnah | itu tujuannya

Kalo ikut2an malah maksiat, ngomong malah maksiat, lebih baik diem deh | itulah selemah-lemah iman 🙂

 

 

 

Saduran kultwit #zakat dari @Mohammad_Teguh

(disadur dari kultwit nya Mohammad B. Teguh)

#zakat artinya menumbuhkan dan mensucikan.. Kalo mau hartanya tumbuh n suci, yuks berzakat..  Dalam rizki yang kita peroleh, Allah titipkan sebagian untuk kita salurkan pada yang berhak. Itu amanah dari Allah lho! Itu bukan uang kita! Karena uang zakat itu bukan uang kita, tetapi amanah dari Allah ya tunaikanlah amanah itu. Agar Yang Memberi Amanah suka sama kita.

Kalo Yang Memberi Amanah (Allah) suka, insyaAllah amanahnya ditambah, artinya rizkinya bertambah. Karena seperti tadi disampaikan #zakat = menumbuhkan harta.Dan karena zakat itu berasal dari uang orang lain yang ada di dalam rizki kita, maka #zakat itu mensucikan. Kalo mau hartanya suci dan tumbuh pasti gak akan sungkan ber#zakat

Zakat dibayarkan bisa per bulan bisa pertahun, asal dihitung dengan benar. Kriteria wajib zakat adalah : orang yang total gaji/pendapatan (kotor) dalam 1 tahun mencapai setara 85gr emas (kira-kira saat ini 39juta rupiah)

Berikut ilustrasi menghitung zakat ; Continue reading

Zakat Mal

Pada seminar pembahasan Zakat yang saya ikuti beberapa waktu lalu, terdapat beberapa point yang mungkin luput dalam pelaksanaan zakat mal kita selama ini dan sudah sepatutnya untuk menjadi perhatian ke depannya. Beberapa hal yang bisa menjadi catatan di antaranya adalah pentingnya dalam mengetahui kriteria dan jenis harta yang wajib dizakatkan.

Harta secara umum dapat dibagi ke 3 jenis ;

  1. Pendapatan (gaji, atau hasil perniagaan, termasuk aset yang menghasilkan seperti mobil sewaan atau rumah kontrakan)
  2. Konsumsi (sejumlah harta yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi si wajib zakat, termasuk aset yang dikonsumsi sendiri atau tidak diniagakan)
  3. Simpanan (harta simpanan baik dalam bentuk uang maupun benda berharga seperti emas)

Dari ke 3 jenis di atas, Pendapatan dan Simpanan termasuk jenis harta yang wajib dihitung zakatnya bagi si wajib zakat apabila telah cukup saratnya. Ini satu hal yang menjadi catatan saya, dan mungkin sebagian orang juga, yang selama ini luput menghitung nilai dari harta jenis Simpanan sebagai bagian dalam perhitungan kewajiban zakat mal.

Continue reading